Advertisement :- Villa De Porto ~ A Private Gateaway in Langkawi

Showing posts with label D'Baron Resorts. Show all posts
Showing posts with label D'Baron Resorts. Show all posts

Sunday, November 14, 2010

Baron Group To Build Motel In Langkawi

By Zulkafli Ibrahim

LANGKAWI, Nov 8 (Bernama) -- The Baron Group, the operator of a network of hotels and chalets in Langkawi, is to build the 80-room "de Baron Motel" to meet the demand of the growing tourism industry on the island.

Managing director, Zailina Mohd Zain said, the construction is part of a planned 300-room development, to be undertaken in stages.

"Piling works on the four-storey motel has already begun on a reclaimed site near Sungai Kuah and is expected to fully complete within a year," she told Bernama here Monday.

Zailina said the company will invest invest RM20 million to develop the entire 300 rooms in Langkawi.

Some of the rooms will be in Kuah and the rest in Pantai Cenang, she added.

The Baron Group has five hotels and chalets of three-start rating, with almost 500 rooms in Kuah and Pantai Cenang, including the de Baron Resort with 137 rooms and Hotel Baron with more than 40 rooms.

The demand for rooms in Langkawi is never sufficient during the festive season, the hosting of international events and school holidays.

-- BERNAMA

AL :
Its good that the Baron group take up the challenge to be serious & become one of the local player in tourism industry in Langkawi. I hope that the Baron group give locals the opportunity & prerences to work in their hotels..

Tuesday, July 20, 2010

Lokomotif 90 tahun aset sejarah

KUAH - Sebuah lokomotif lama yang menggunakan arang batu untuk digerakkan, kini menjadi daya penarik pelancongan di Langkawi. Pemiliknya, Abdul Manaf Majid berkata, lokomotif berusia 90 tahun itu digunakan di Langkawi pada 1959 sebagai alat pengangkutan membawa getah, kayu balak dan rotan ketika zaman kolonial British. Menurutnya, kereta api di Langkawi ketika itu digunakan sebagai medium perjalanan dari kilang papan di Kelibang sehingga ke muara Sungai Kelibang kira-kira satu kilometer.
“Kepala kereta api ini adalah warisan sejarah yang perlu dipelihara dan sebagai aset pelancongan, bukannya untuk dikomersialkan. “Kereta api ini pada asalnya milik British dan dijaga keluarga mendiang Ngoh Eng Seng. Atas hubungan keakraban, dia mewariskan saya untuk pelihara kepala kereta api ini sejak pertengahan tahun 80-an,” katanya ketika di temui di D’Baron Resorts, Kuah.
Abdul Manaf berkata, kepala kereta api seberat lima tan dan masih mempunyai sisa arang batu ini, diperbuat dari besi tulen menyamai pembuatan kereta kebal. Sementara itu, Pishol berkata, penemuan kepala kereta api ini mengesahkan terdapat kereta api di Langkawi, sungguhpun bukan digunakan sebagai pengangkut penumpang. “Kami akan membuat kajian terperinci mengenai kepala kereta api yang dibuat oleh Syarikat VG&G Co Limited. “Hasil kajian berkenaan, mampu menambah satu lagi aset sejarah artifak di Langkawi terutamanya dalam bidang pengangkutan,” katanya. Orang ramai kini diberi peluang menyaksikan lokomotif ini di D’Baron Resorts Kuah.

Sinar

AL :- Jgn Mat Pit potong buat jual besi buruk dah la..